PENJELASAN MANUSIA GOLONGAN MAKLUK HIDUP SAMA SEPERTI HEWAN ?

EVOLUSI MANUSIA
EVOLUSI
 Saya mencatat bahwa ada sebagian dari kita yang terkadang suka mencak-mencak jika ada yang berpendapat bahwa ‘manusia termasuk dalam golongan binatang’. Sepertinya tidak rela begitu jika manusia digolongkan sebagai kelompok binatang. Lalu, apakah memang salah? Terlebih lagi, apakah itu sebuah penghinaan?

Saya bukan ahli sains, tapi kalau mengingat-ingat kembali pelajaran SMP, saya jadi ingat bahwa dalam pengklasifikasian makhluk hidup para ahli telah membaginya dalam lima kingdom, yaitu:

1) Kingdom Monera,

2) Kingdom Fungi,

3) Kingdom Protista,

4) Kingdom Plantae, dan

5) Kingdom Animalia.

Hanya lima kingdom inilah yang ada dalam buku-buku biologi.

Dari lima kingdom inilah, manusia kemudian dimasukan ke dalam kelompok kingdom animalia dengan urutan sebagai berikut:

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Sub Filum : Vertebrata

Super Kelas : Tetrapoda

Kelas : Mammalia

Ordo : Primata

Famili : Homonidae

Genus : Homo

Spesies: Homo sapiens


Dalam ilmu biologi, Homo sapiens adalah nama taksonomi untuk manusia. Secara harfiah istilah Homo sapiens berasal dari bahasa Latin, "homo" artinya manusia, "sapiens" artinya cerdas. Jadi homo sapiens artinya manusia cerdas. Sebutan yang pas, karena manusia ‘edisi terakhir’ ini dianggap lebih cerdas dibanding jenis manusia sebelumnya.

Kerabat terdekat dari manusia sebelumnya di antaranya ada Homo neanderthal, Homo habilis, Homo erectus, dan banyak lagi, yang semuanya saat ini sudah punah. Oleh karenanya, homo sapiens sebenarnya bukanlah satu-satunya jenis manusia yang ada di bumi ini, ada homo-homo lainnya yang pernah hidup. Kecerdasan si Homo sapiens membuatnya bisa bertahan sampai saat ini.

Mengapa manusia dalam taksonomi makhluk hidup dimasukan ke dalam ‘kerajaan binatang’, apakah tidak ada ada kerajaan lain yang lebih layak bagi manusia? Ini memang bukan suka atau tidak suka. Pengklasifikasian sendiri fungsinya adalah untuk mempermudah manusia dalam mempelajari makhluk hidup lainnya. Hal terpentingnya, penggolongan ini bukan berdasarkan suka atau tidak suka, tapi berdasarkan kesamaan ciri-ciri atau karakteristik dari makhluk-makhluk tersebut, di antarnya:

Anggota kingdom animalia memiliki ciri-ciri yang yang membedakannya dengan kingdom-kingdom lain, seperti:

1. Hewan merupakan organisme eukariotik multiseluler.

2. Bersifat heterotrofik, berbeda dengan tumbuhan yang bisa memproduksi makanan sendiri lewat fotosintesis (autotrof), hewan tidak bisa memproduksi makanan sendiri sehingga akan memakan bahan organik yang sudah jadi.

3. Tidak memiliki dinding sel, komponen terbesar sel hewan tersusun atas protein struktural kolagen.

4. Memiliki jaringan saraf dan jaringan otot sehingga bisa aktif bergerak (bersifat motil).

5. Sebagian besar bereproduksi secara seksual.

Menyamakan manusia sebagai binatang sama sekali bukan penghinaan dan sama sekali tidak akan membuat kita kehilangan moralitas sebagai manusia menjadi ‘layaknya binatang’. Manusia tetaplah manusia, tidak bergantung pada penyebutannya, tapi pada karya dan manfaat keberadaannya. Manusia adalah bintang, itu benar, binatang yang berpikir.

Volume otak manusia modern memiliki kapasitas 1.350 cc, jauh di atas Homo erectus yang sebesar 750 cc. Karenanya, kemampuan berpikir manusia modern menjadi lebih luas dibanding jenis homo lainnya, apalagi jika dibandingkan dengan ordo binatang lainnya. Salah satu fungsi otak adalah berpikir. Kapasitas otak yang besar membuat kapasitas berpikirnya pun menjadi besar.

Ada istilah, ‘manusia adalah binatang yang berpikir’, bahasa Arabnya ‘Al-insan hayawan natiq’. Sudah seharusnya, dengan karunia otak yang luar biasa, manusia bisa berkarya lebih hebat lagi. Jika manusia berpikir maka manusia ada, dan manusia yang ada adalah manusia yang berkarya.

0 Comments


EmoticonEmoticon