Ringkasan Buku When Religion Becomes Evil

Tentang Buku "When Religion Becomes Evil."


Charles Kimball adalah seorang Pendeta Kristen Baptis, yang dibesarkan oleh keluarga Yahudi dan memperoleh gelar Doktor Teologi ( Th.D ) dari Harvard University pada jurusan Perbandingan Agama dengan Spesialisasi Studi Islam. Meski Kimball adalah seorang Pendeta Kristen Baptis, namun di dalam buku "When Religion Becomes Evil" dia sangat terbuka dalam membicarakan berbagai Agama yang ada, dengan berupaya menjelaskan apa yang sesungguhnya tengah terjadi pada Agama.

Ringkasan Buku When Religion Becomes Evil
"When Religion Becomes Evil."

Buku "Ketika Agama Menjadi Jahat" sendiri terbit pada tahun 2013 dengan tebal 451 halaman, dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari judul aslinya "When Religion Becomes Evil." Kali ini saya akan meringkas secara praktis apa isi Buku tersebut.

Sepintas dari judulnya, akan memunculkan kesimpulan bahwa Kimball sedang menyuguhkan fakta-fakta bahwa Agama-agama kini telah menjadi bencana bagi manusia. Sebab disebalik banyak orang menyandarkan harapan pada Agama sebagai jalan keluar mengatasi masalah, namun saat yang sama wajah 

Agama kelihatan begitu menyeramkan sehingga menimbulkan banyak apatisme terhadap Agama. Agama adalah salah satu ciri utama dalam diri manusia. Agama dapat dirasakan dan dilihat dalam praktik kehidupan sehari-hari. Namun, Agama sulit didefenisikan secara memadai. Defenisi Agama ada pada perspektif kita masing-masing. Buku ini mencoba untuk mendefenisikan apa itu Agama.
 

Kata Agama memberikan beragam gambaran, gagasan, praktik, kepercayaan, dan pengalaman ( positif dan negatif ). Kebanyakan orang menganggap bahwa Agama melibatkan pemikiran tentang Tuhan, Dewa-dewa, atau pemahaman yang kurang realitas. Mereka membayangkan Agama itu adalah berdoa, beribadah, memiliki ritual, nilai moral, dan sebagainya. Kata Agama juga memunculkan gambaran perilaku yang kejam. 

Asumsi tentang Agama sekarang termasuk tindakan kekerasan yang berakar pada intoleransi atau penyalahgunaan kekuasaan.
 

Metode untuk memahami Agama adalah dengan pendekatan deskriptif dan jujur. Agama tidak cukup dipahami sebagai kumpulan individu, abstrak, sumber ajaran dan praktek. Memahami Agama perlu merenungkan bagaimana penganut Agama memahami dan menafsirkan unsur-unsur dalam Agama, dan 

Agama tidak akan dikenal sebagai sebuah kekosongan; tetapi Agama dikenal di dalam hati, pikiran dan perilaku manusia.
 

Bagi orang-orang yang menerima kekerasan atau dikecam oleh Agama, konsekuensinya sangat serius. Hari ini hampir semua orang di manapun bisa menjadi korban perilaku destruktif. Kefanatikan dan Teologi yang tidak jelas membuat kerusakan bahkan melewati batas-batas geografis.

 Agama dapat menjadi pemusnah massal, dan itu bukan hal baru. Akan tetapi, kapi kita berada dalam situasi baru. Kemungkinan Tokoh-tokoh agama yang religius akan menjadi instruktur atau menjadi katalis bagi penghancuran yang tidak terelakkan dan diketahui sejarahnya. [1]

Pemikiran Charles Kimball ini didasari peristiwa 11/09/2001 yang menghancurkan gedung WTC di Amerika Serikat dengan korban ribuan jiwa, aksi-kasi Terorisme di berbagai belahan dunia yang tiada henti, maupun perang antar Agama yang tidak pernah berakhir dalam kehidupan manusia hingga saat ini. Semua itu telah membawa kebencian dan ketidak percayaan akan eksistensi Agama-agama yang ada. 

Kimball lebih jauh menjelaskan bagaimana efek peristiwa 11/09 tersebut, yang telah membawa gejolak ditengah umat manusia dengan memunculkan banyak acara TV dengan berbagai bahasan tentang keagamaan, menghidupkan banyak seminar dan dialog keagamaan, hingga melibatkan banyak latar belakang Agama, Suku, dan Ras. 

Agama tiba-tiba menjadi sesuatu yang sangat rumit dipahami, sebab ketika banyak orang menganggapnya sebagai ajaran cinta-kasih dan jalan keselamatan, namun disisi lain justru banyak orang mencurigainya sebagai sumber masalah, dan sumber kejahatan serta sumber kepiluan Dunia. [2]

Relevansinya bagi keadaan kita saat ini, Dunia sedang diguncang oleh masalah-masalah Politik yang berujung kepada Agama. Charles Kimball mengetahui efek suatu kejadian yang telah berlalu belasan tahun lalu. Suatu kejadian yang menciptakan perasaan benci, bengis, dan ingin membalas dendam. Akibatnya saat ini dengan mudahnya hal-hal seperti doktrin, ajaran sesat, dan radikalisme bertebaran. Apa buahnya ? Yaitu Terorisme. 

Kimball seakan mampu membaca bagimana situasi masa depan. Kiranya kita, sebagai generasi muda, mampu meresapi apa maksud tulisan Kimball di buku ini. Kita harus bisa menjadi pendamai dan tidak cepat terpancing dengan hal-hal di sekitar. Dunia ini kejam, teman.
Sekian. Terimakasih.
-----
Sumber:
[1] Ringkasan Buku "When Religion Becomes Evil," Agama dan Masyarakat, Pdt. Dr. Sanggam M. L. Siahaan, M. Th

[2] http://medanheadlines.com

0 Comments


EmoticonEmoticon