Cara Mencurahkan Perasaan Dengan Puisi Alasan Kenapa Anda Harus Mencoba Mencurahkan Perasaan Dengan Puisi

Cara Mencurahkan Perasaan Dengan Puisi  


beberapa bunga, mekar di bibir senja
wanginya semerbak di penghujung kota
bukankah kita sudah sepakat bahwa
jarak tak akan membunuh rasa?

kamu absolut, hanya terpisah waktu sudah meninggalkan
lalu bagi kita yang tak lagi utuh kebersamaan
bisakah aku berbaring di dekatmu untuk menceritakan
waktu yang harusnya kita habiskan?
...

puisi

Majalengka, 2019

Bahasa Indonesia, menyimpan banyak sekali keindahan apabila kita mampu 'bermain' dengannya. Ada banyak sekali jenis keindahan di dunia ini, dan puisi adalah satu dari sekian banyak di antaranya. Tidak semua orang mengerti/memahami/menyukai puisi, tapi, puisi mampu melakukan itu semua. Puisi itu apa, sih?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, puisi merupakan gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.

Lalu, apa yang mau kita bahas?


Pembahasan saya kali ini tidak panjang kali lebar, karena p × l = luas. Saya hanya ingin mengajak kalian semua --yang khususnya tidak memiliki teman/sahabat/orang tepercaya untuk bercerita-- untuk berpuisi. "Apaan sih ngajak-ngajak orang berpuisi?" Hm, bagi kalian yang bingung harus bercerita kepada siapa, puisi bisa menjadi alternatifmu untuk mencurahkan perasaan. Yang paling utama, tentu ceritakan semuanya kepada Tuhan, berpuisi hanya sebagai pelengkap saja. 


Kenapa harus lewat puisi untuk mencurahkan perasaan? Berikut alasannya.


1. Lebih Cepat Tersampaikan

Puisi yang tidak sepanjang prosa lainnya menjadikannya media untuk mencurahkan perasaan dengan cepat. Intinya, karena puisi itu tidak terlalu panjang, kita langsung to the point mengungkapkan perasaan.

2. Menemukan Keindahan dalam Setiap Kata

Renungkan dan resapi setiap kata yang ditulis, tidak perlu memakai banyak majas. Cukup tulis apa yang ada di pikiran. Karena menulis itu menuliskan apa yang ada di pikiran, bukan memikirkan apa yang ingin ditulis. Sesederhana apa pun puisi, ia tetap keindahan yang dapat dirasakan.

3. Verba Volant, Scripta Manent

Yang terucap akan hilang, yang tertulis akan abadi. Tulislah semua luka dan bahagiamu agar bisa dikenang di kemudian hari. Dikenang bukan untuk disesali atau diulangi, tapi dijadikan media pembelajaran untuk bersikap lebih baik.

4. Tempat Penyimpanan Rahasia

Dengan kata-kata yang liar dan mendalam, kamu bisa menyimpan semua rahasiamu secara tersirat di dalam puisi. Kadang, puisi hanya mampu dipahami oleh penulisnya sendiri. So, kamu yang mau menyimpan rahasia, mari berpuisi!

5. Ungkapkan Semua yang Ada di Hati

Berpuisilah sambil menangis, berpuisilah sambil tertawa. Biarkan raut yang mengeluarkan dan kata demi kata yang mengungkapkan.

Mari, berpuisi. Kadang teman terbaik kita adalah diri sendiri. Cerminkan dirimu dalam sebuah puisi. Jangan lupa tinggalkan jejak komentar puisi, guys! See you

0 Comments


EmoticonEmoticon