Pengertian Manusia

Dalam kamus besar bahasa indonesia manusia diartikan sebagai "Makluk yang berakal budi" (mampu menguasai makluk lainnya). Sedangkan menurut Endang Saifuddin Anshari yang dikutip oleh. Mahmud dan Tedi Priatna manusia adalah hewan yang berfikir. Berfikir adalah bertanya. Bertanya adalah mencari jawaban.

Mencari jawaban adalah mencari kebenaran. Mencari kebenaran tentang tuhan, alam, manusia, artinya mencari kebenaran tentang Tuhan, alam, dan manusia. Jadi, Pada akhirnya manusia adalah makluk pencari kebenaran.

Berikut ini diuraikan pendapat para Filosofis barat tentang pengertian manusia ini sebagai berikut :
  1. Plato memandang manusia pada hakikatnya sebagai suatu kesatauan pikiran, kehendak, dan nafsu-nafsu
  2. Aris toteles memandang manusia sebagai makluk rasional yang memiliki kesatauan organik antara tubuh dan jasad
  3. Sartre mendefinisikan masusia sebagai "Nol yang Me-nol-kan" pour soi yang bukan merupakan objek melainkan subjek, yang kodratnya bebas
Jika dilihat dari segi biologis , hampir tidak dapat dibedakan antara manusia dan hewan. Perbedaan terdapat pada sisi rohani yang dimiliki manusia, dan akal budinya.Dengan akal inilah manusia melahirkan kebudayaan dan peradapan. Dengan akal tersebut, manusia dapat berimajinasi dan memiliki tujuan.

Sejak lahir, seseorang manusia langsung terlibat didalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Dia dirawat, dijaga, dilatih dan didik oleh orang tua, keluarga, dan masyarakatnya menuju tingkat kedewasaan dan kematangan , sampai kemudian terbentuk potensi kemandirian dalam mengelola kelangsungan hidup.

Setelah tahap kedewasaan dicapai, Manusia tetap melanjutkan kegiatan pendidikan dalam rangka pematangan diri. Kematangan diri adalah kemampuan menolong diri sendiri, orang lain, dan terutama menolong kelestarian alam agar tetap berlangsung dalam ekosistemnya.

Antara manusia dan pendidikan terjalin hubungan kualitas. Karena manusia, pendidikan mutlak ada, dan karena pendidikan, manusia semakin menjadi diri sendiri sebagai manusia yang manusiawi

Dengan kegiatan pendidikan dan pembelajaran secara terus menenus, manusia mendapatkan ilmu pengetahuan yang sarat dengan nilai kebenaran baik yang universal-abstak, toritis, maupun praktis.

Manusia merupakan makluk sosial. manusia disebut makluk sosial karena memiliki faktor faktor sebagai berikut :
  1. Sifat ketergantungan manusia dengan manusia lainnya
  2. Sifat adaptabiliti dan Intelegensi
Sifat ketergantungan manusia misalnya terlihat dari contoh seorang bayi yang dilahirkan, ia sangat tergantung kepada pertolongan orang tuanya. tanpa pertolongan kedua orang tuanya bayi tersebut akan meninggal.

Manusia juga mempunyai potensi untuk menyesuaikan diri, meniru dan beridentifikasi diri, mampu mempelajari tingkah laku dan mengubah tingkah laku.

0 Comments


EmoticonEmoticon